Minggu, 12 Juli 2015

surat menyurat

  Surat

 A. Diskripsi
Buku ajar ini akan membahas kegiatan belajar mengenai tatacara membuat surat Dinas dengan segala aturan-aturan yang berlakudalam membuat surat Dinas yaitu tentang bentuk-bentuk surat dinas,macam-macam surat dinas, bagian-bagian surat dinas, tata carapenulisan bagian-bagian surat dinas, singkatan-singkatan yang padaumumnya digunakan pada surat dinas, contoh-contohnya, dan tatacara pemrosesan surat masuk dan surat keluar pada suatu Instansi/Organisasi.

 B. Uraian Materi
  1.Cara Membuat Surat Yang Baik
   Surat yang baik adalah surat yang dapat menimbulkan kesan yang baik bagi penerimanya. Kesan yang baik dari surat dapat ditimbulkan dari :
 a. Yang kelihatan yaitu : Kerta, Sampul, Tulisan/Ketikan dan Bentuknya.
   1. Kertas yang digunakan untuk memebuat surat hendaknya dipilih yang berkualitas baik. Untuk Instansi/Organisasi hendaknya menggunakan kertas HVS dengan kepala surat yang dicetak dengan bagus.
   2. Sampul hendaknya dipilih yang berukuran panjang sehingga surat tidak perlu dilipat beberapa kali, untuk dapat dimasukkan kedalam sampul.
   3. Tulisan/Ketikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan bagi penerima surat. Oleh karena itu kalau tintanya sudah tidak begitu jelas harus segera diganti. Surat juga tidak boleh ada kesalahan ketik. Surat yang ada kesalahan ketik harus segera dibetulkan sebelum surat tersebut dikirim, karena surat yang salah akan menimbulkan kesalah pahaman sehingga dapat menyebabkan surat menyurat yang berkepanjangan.
   4. Bentuk surat harus dipilih bentuk yang sesuai dengan aturan yang berlaku, walaupun sebenarnya surat dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk

b. Yang tidak kelihatan tapi dapat dirasakan yaitu isinya.
Isi surat agar dapat menimbulkan kesan baik bagi penerimanya maka isi surat tersebut harus : singkat, jelas dan sopan
   1. Pada umumnya orang sekarang tidak senang membaca surat yang isinya panjang-panjang oleh karena itu surat hendak singkat, artinya apabia saudara dapat mengemukakan isi surat itu dalam 10 kata, maka jangan dibuat 11 atau 12 kata.
   2. Jelas artinya bahwa isi surat tidak boleh menimbulkan pertanyaan bagi penerimanya, sehingga dapat menimbulkan kesalah pahaman. Sebab surat merupakan wakil dari Instansi/Organisasi yang mempunyai arti penting tapi bersifat diam artinya penerima jika tidak jelas tidak akan dapat bertanya karena surat tidak bias ditanya.
   3. Sopan, artinya baik kertas, sampul harus dipilih yang berkualitas baik. Tulisan tidak boleh dengan tinta merah sebab warna merah memberikan kesan kemarahan. Surat juga tidak boleh bernada marah, jika saudara sedang marah sebaiknya jangan menulis surat.

  2. Bentuk Surat Dinas
  Surat dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk tetapi dalam praktek hanya satu bentuk saja yang biasa dipakai pada suatu Instansi, Perusahaan atau Organisasi yaitu :


a. Full Block Style
b. Block Style
c. Semi Block Style
d. Hanging Paragraph Style
e. Official Style A
f. Official Style B
g. Simplefied Style
h. Personal Style

  Bentuk surat Dinas yang dipakai sekarang menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 42 tahun 2006 adalah bentuk Blok Style (Modified), seperti contoh dibawah ini.

  3. Macam-Macam Surat Dinas
  Ada beberapa macam Surat Dinas yag biasa dilakukan oleh sebuah kantor antara lain sebagai berikut :

a. Surat Dinas
b. Nota Dinas
c. Memo
d. Surat Pengantar
e. Surat Edaran
f. Surat Undangan
g. Surat Tugas
h. Surat Kuasa
i. Surat Pengumuman
j. Surat Pernyataan
k. Surat Keterangan
l. Berita Acara

Keterangan :
  a. Surat Dinas merupakan surat yang berisi hal penting berkenaan dengan administrasi pemerintahan.
  b. Nota Dinas adalah surat yang oleh atasan kepada bawahan atau bawahan kepada atasan langsung atau yang setingkat berisikan catatan/pesan singkat tentang suatu pokok persialan kedinasan.
  c. Memo adalah catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tentang pokok persialan kedinasan.
  d. Surat Pengantar adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau pejabat yang berfungsi untuk mengantarkan surat, dokumen, barang, dan/atau bahan lain yang dikirim.
  e. Surat Edaran merupakan surat yang berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan perundangundangandan/atau perintah.
  f. Surat Undangan merupakan surat pemberitahuan kepada seseorang utnuk menghadiri suatu acara pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.
  g. Surat Tugas adalah surat yang berisikan penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan.
  h. Surat Kuasa adalah surat yang berisi kewenangan penerima kuasa untuk bertindak atau melakukan suatu kegiatan atas nama pemberi kuasa.
  i. Surat Pengumuman merupakan surat yang berisikan pemberitahuan mengenai suatu hal yang ditujukan kepada para pegawai atau masyarakat umum.
  j. Surat Pernyataan adalah surat yang menyatakan kebenaran suatu hal disertai pertanggungjawaban atas pernyataan tersebut.
  k. Surat Keterangan adalah surat yang berisikan keterangan mengenai suatu hal agar tidak menimbulkan keraguan.
  l. Berita Acara adalah surat yang berisi laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa mengenai waktu ekjadian, tempat kejadian, keterangan, dan petunjuk lain sehubungan dengan kejadian atau peristiwa tersebut.

   4. Surat Dinas
    a. Bagian-Bagian Surat Dinas
   Bagian-bagian surat dinas adalah sebagai berikut :
1. Kepala Surat (dicantumkan lambang)
2. Tanggal surat
3. Nomor, Lampiran dan Hal
4. Alamat dalam
5. Isi surat
6. Nama Jabatan
7. Tanda tangan
8. Nama pejabat dan NIP
9. Tembusan

   b. Cara Pengetikkan Bagian-Bagian Surat
 1. Kepala surat biasanya sudah tercetak dengan baik pada kertas surat. Kepala surat minimal terdiri dari nama Instansi, Perusahaan atau Organisasi lengkap dengan alamatnya dan disertai lambing dari Instansi, Perusahaan atau Organisasi yang bersangkutan, namun kalau Kepala surat terpaksa harus diketik maka pengetikkannya dibuat yang simitris dengan huruf-huruf yang menarik.

 2. Mengetik tanggal surat perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. di depan tanggal tidak perlu ditulis nama kota.
b. nama bulan tidak boleh disingkat atau diganti dengan angka
c. pada akhir tanggal tidak perlu diberi tanda baca apapun
d. tahun tidak boleh disingkat

 3. Nomor surat
 a. Nomor surat terdiri dari : nomor urut surat pada tahun yang bersangkutan, kode surat, tahun pembuatan. Pengetikannya lurus dengan margine kiri.
 b. Lampiran diketik di bawah kata Nomor dan menyebutkan jumlah lampiran dan bukan apa yang dilampirkan. Jika tidak ada yang dilampirkan kata lampiran tidak perlu diketik.
 c. Kata hal diketik di bawah kata lampiran dan apabila tidak ada yang dilampirkan, kata hal diketik di bawah kata nomor. Hal berisikan inti keseluruhan isi surat dinas.

 4. Alamat pada sampul, cara pengetikan alamat pada sampul adalah sebagai berikut :
a. di depan nama jabatan diberi singkatan Yth.
b. tidak diberi kata penyapa seperti Bapak, Ibu, Sdr. (baik pada sampul maupun pada alamat dalam).
c. alamat lengkap penerima.
d. nama kota tidak perlu ditulis dengan huruf besar semua
e. di depan nama kota tidak perlu menggunakan kata di.

 5. Alamat dalam diketik dengan ketentuan sama seperti yang diatur pada sampul surat tanpa alamat lengkap.
 Jika alamat tersebut menunjuk nama orang maka penulisannya dengan ketentutan sebagai berikut :
a. di depan nama diberi kata Yang terhormat dan disingkat Yth.
b. tidak boleh melebihi separo dari lebar kertas
c. nama tidak boleh diputus (ganti baris)
d. Jika namanya panjang sehingga melebihi separo dari lebar kertas maka dapat disingkat dan singkatan hendaknya sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang punya nama sepanjang penulis surat mengetahuinya.
e. akhir baris dari alamat tidak perlu diberi tanda baca apapun.

 6. Isi surat, yang perlu diperhatikan pada penulisan isi surat adalah sebagai berikut :
 a. Jarak baris menyesuaikan dengan banyak sedikitnya isi surat. Dapat dibuat dengan jarak baris 1, 1,5 atau 2 spasi.
 b. Diusahakan jangan terlalu menggantung atau terlalu kebawah. (hendaknya menulis surat seperti menempatkan foto pada pigura)
 c. Diusahakan hanya menggunakan 1 lembar kertas, jika terpaksa harus menggunakan lembar ke 2 (dua), maka pada lembar ke 2 (dua) ditulis dengan ketentuan sebagai berikut :
 1) ketikan yang paling atas lebih kurang 4 cm dari atas kertas.
 2) kertas yang dipakai untuk lembar ke 2 (dua) kualitasnya harus sama dengan kertas yang dipakai pada lembar pertama.
 3) sekurang-kurangnya pada halaman ke dua terdiri dari 3 (tiga) baris dan bukan tiga kalimat.
 4) pertama di sebelah kiri atas ditulis nama penerima, di tengah-tengah angka 2 (yang menunjukkan halaman ke 2) dan paling kanan atas adalah tanggal surat.
 5) Contoh Penulsan Surat pada Halaman 2 (dua) Drs. Marimin, M.Pd. 2 20 Juli 2008 Kepada dosen di lingkungan Unnes, dimohon kesadarannya untuk memeriksa, mengisi dan melengkapi portofolio yang telah disediakan supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan dosen. Hal teknis pengisian portofolio dosen dapat dikonsultasikan kepada UPT Komputer.


 7. Kelompok tanda tangan terdiri dari jabatan, tanda tangan, nama terang, NIP dan Cap Dinas.
 a. Jabatan diketik di sebelah kanan bawah, diakhiri tanda koma (,) dan dengan huruf besar pada awal kata.
 b. Nama terang diketik dengan huruf besar pada setiap awal kata dan tidak perlu diapit dengan tanda kurung.
 c. Nama dapat mencantumkan gelar akademik ( Drs. SH, Dr.dll.)
 d. NIP diketik dengan huruf besar semua tanpa diakhiri tanda titik dan diikuti dengan nomor tanpa jarak.
 e. Cap dinas dibubuhkan dengan menyentuh bagian sisi tanda tangan.

 8. Tembusan yang perlu diperhatikan dalam pengetikan adalah sebagai berikut :
a. diketik lurus dengan margine kiri.
b. diketik sebaris dengan nama pejabat.
c. diakhiri dengan titik dua (:)
d. tanpa digaris bawah.
e. jika yang diberi tembusan lebih dari satu maka diberi nomor urut.
f. tidak ada kata arsip atau pertinggal.


  5. Nota Dinas
 Surat dinas yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau oleh bawahan Kepada atasan langsung, atau yang setingkat berisikan catatan/pesan singkat tentang suatu pokok persoalan kedinasan.
 a. Bagian-bagian Nota Dinas
1. kepala Nota Dinas
2. Pembuka Nota Dinas, terdiri dari :
  1. kata Nota Dinas
  2. nomor
  3. tujuan Nota Dinas
  4. asal Nota Dinas dan
  5. hal Nota Dinas.
3. Isi Nota Dinas
4. Penutup Nota Dinas, terdiri dari :
  1. tanggal Nota Dinas
  2. jabatan penanda tangan
  3. nama pejabat penanda tangan
  4. tanda tangan
  5. NIP
  6. cap dinas dan
  7. tembusan apabila ada.

b. Cara Pengetikan Bagian-Bagian Surat Dinas
  1. Kepala Nota Dinas dibuat dengan ketentuan sama seperti membuat kepala surat dinas.
  2. Kata nomor diketik di bawah kata Nota Dinas dengan posisi sejajar.
  3. Tujuan dihaluli dengan kata terhormat dan disingkat Yth, dan diketik dibawah kata Nomor.
  4. Asal Nota Dinas didahului dengan kata dari, diketik sejajar dan dibawah singkatan Yth, dan diikuti dengan tanda baca : (titik dua).
  5. Kata hal diketik di bawah kata dari, sebaris dengan asal surat diikuti dengan tanda baca : (titik dua)
  6. Isi Nota Dinas diketik di bawah sejajar dengan kata hal.
  7. Pendahuluan, isi pokok, dan kalimat penutup diketik dengan ketentuan sama seperti pada surat dinas.
  8. Tanggal pada Nota Dinas diketik di sebelah kanan bawah di bawah baris terakhir dari isi Nota Dinas.
  9. Tanggal tidak disertai nama tempat pembuatannya.
 10. Nama jabatan penanda tangan diketik di bawah dan sejajar dengan tanggal, menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata.
 11. Nama pejabat penanda tangan, tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama seperti surat dinas.

  6. Memo
  Memo adalah catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tentang pokok persoalan kedinasan. Adapun bagian-bagian Memo adalah sebagai berikut :
 a. Kepala Memo dibuat sama dengan surat dinas atau nota dinas.
 b. Pembuka, Isi, dan penutup Memo dibuat sama surat dinas atau nota dinas.
 c. Memo biasanya dibuat dengan kertasn yang ukurannya berbeda dengan surat dinas. Memo biasanya menggunakan kertas HVS etapi dibagi 2 (dua).

  7. Surat Pengantar
Surat Pengantar adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau pejabat ang berfungsi untuk mengantarkan surat, dokumen, barang, dll. Surat pengantar dapat dibuat dengan bentuk seperti surat dinas biasa dan dapat pula dibuat dengan bentuk berkolam.

Bagian-bagian surat Pengantar :
a. kepala surat
b. pembuka surat yang terdiri dari :
 · kata surat Pengantar
 · nomor dan
 · tujuan surat
d. isi surat dan
e. penutup surat
Cara penulisan Pengantar :
  Surat Pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan cara membuat surat dinas, sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom dengan ketentuan sebagai berikut :
 1. Kata Surat Pengantar diketik di bawah dan simiris dengan garis bawah kepala surat, menggunakan huruf kapital
 2. Kata Nomor diketik di bawah Kata Surat Pengantar dan simi
 3. Tujuan surat pengantar didahului dengan kata Yang terhormat, yang disingkat Yth, diketik di bawah nomor diikuti nama jabatan dan alamat lengkap yang dituju tanpa didahului kata depan di pada nama tempat tujuan.
 4. Isi surat pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama seperti kalau membuat surat dinas, sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom terdiri atas : nomor urut, isi surat/barang, jumlah dan keterangan dengan garis kolom diketik di bawah tujuan surat dan sejajar dengan singkatan Yth.
 5. Penutup surat pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan kalau membuat surat dinas,sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom penutupnya terdiri atas:
a. tanggal surat
b. nama jabatan penanda tangan
c. nama pejabat penanda tangan
d. tanda tangan
e. NIP
f. cap dinas
g. tembusan apabila ada
 6. Tanggal surat pengantar yang berbentuk kolom diketik dikanan bawah di bawah garis kolom, tanpa nama tempat pembuatannya.
 7. Nama jabatan penanda tangan diketik sejajar dengan tanggal menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata.
8. Nama pejabat, tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama dengan kalau membuat surat dinas biasa.

  8. Surat Edaran
  Surat Edaran merupakan surat yang berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan perundangundangan dan/atau perintah,

Bagian-bagian surat Edaran :
Surat edaran terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :
a. Kepala surat
b. pembuka surat, terdiri dari :
1. kata Surat Edaran
2. nomor
3. lampiran
4. hal dan
5. tujuan surat
c. isi surat
d. penutup surat, terdiri dari :
1. tanggal surat
2. nama jabatan penanda tangan
3. tanda tangan
4. NIP
5. cap dinas
6. tembusan apabila ada

Cara Pengetikan Bagian-Bagian Surat Edaran
 1. Kepala surat diketik sama seperti ketentuan yang berlaku pada surat dinas biasa.
 2. Kata Surat Edaran diketik ditengah-tengah setelah garis bawah kepala surat dan menggunakan huruf capital.
 3. Nomor diketik disebelah kiri dan di bawah kata Surat Edaran.
 4. Kata lampiran diketik di bawah dan sejajar dengan kata nomor dengan menyebutkan jumlah lampiran.
 5. Kata hal diketik di bawah dan sejajar dengan kata Lampiran.
 6. Penulisan alamat tujuan Surat Edaran didahullui singkatan Yth, diketik di bawah dan sejajar dengan kata Hal, diikuti nama jabatan dan alamat yang dituju tanpa didahului kata depan di pada nama tempat tujuan.
 7. Awal kalimat isi surat Edaran diketik di bawah dan sejajar dengan nama tempat yang dituju.
 8. Tanggal surat diketik disebelah kanan bawah, di bawah garis akhir isi surat edaran tanpa didahului nama tempat pembuatan.
 9. Nama jabatan penanda tangan diketik di bawah dan sejajar dengan tanggal, menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata.
 10. Nama pejabat, NIP, cap dinas dan tembusan diketik seperti surat dinas biasa.

  9. Singkatan-Singkatan yang Pada Umumnya dipakai Dalam Surat
 1. a.n. (atas nama) penulisan a dan n dengan huruf kecil dan masingmasing diakhiri titik, dipergunakan jika yang berwenang menandatangani surat menguasakan penandatanganan surat kepada pejabat setingkat dibawahnya, sedangkan pertanggungjawaban isi surat tetap di tangan yang memberi kuasa
 2. anb. (atas nama beliau), penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.), dipergunakan jika yang berwenan
 3. u.b. (untuk beliau), penulisan u dan b dengan huruf kecil semua masing-masing diakhiri dengan titik (.), dipergunakan jika pejabat yang diberi kuasa menandatangani surat memberikan kuasa lagi kepada pejabat setingkat di bawahnya
 4. a.p (atas perintah), penulisan a dan p dengan huruf kecil dan masing-masing diakhiri titik (.), dipergunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat memberi kuasa
 5. apb. (atas perintah beliau), penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.), dipergunakan jika Menteri menguasakan penandatanganan surat kepada bahwahannya
 6. plh. (pelaksana harian ), penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.), dipergunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat berhalangan untuk waktu tertentu karena tugas dinas mengasakan penandatanganan suratkepada pejabat setingkat di bawahnya selama pejabat tersebut tidak berada di tempat
 7. Wks. (wakil sementara), penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri titik (.) dipergunakan jika pejabat yang belum ditunjuk penggantinya atau berhalangan hadir karena tugas, untuk sementara penandatnganan surat oleh pejabat yag setingkat dengan eselonnya
 8. u.p. (untuk perintah), penulisannya u dan p dengan huruf kecil semua dan masing-masing diakhiri dengan titik (.), dipergunakan atau ditujukan kepada seseorang atau pejabat teknis yang menangani suatu kegiatan atau suatu pekerjaan tanpa memerlukan kebijakan langsung dari pimpinan pejabat yang bersangkutan.
 9. c.q. (casu quo) atau i.c. (in case), dipergunakan untuk menegaskan apa yang dimaksud pada isi surat.

  10. Menangani Surat Masuk dan Surat Keluar
Setiap surat masuk dan surat keluar pada setiap Kantor akan diproses oleh petugassebagai berikut :

Surat Masuk :
1. Menerima surat masuk dari pengantar surat
2. Membaca kebenaran alamatnya, bila ternyata keliru harus segera mengembalikan kepada pengantar surat.
3. Membubuhkan paraf pada buku atau kartu antaran surat.
4. Membuka amplop.
5. eMembuka lipatan surat.
6. Membubuhkan cap tanggal di sebelah kanan atas.
7. Membaca keseluruhan isi surat untuk menentukan pokok soal.
8. Menentukan golongan surat, yaitu vital (V), penting (P), biasa (B), atau tidak penting (T).
9. Menulis golongan surat di sudut kanan atas : V, P, B atau T.
10. Membuat kartu arsip
11. Mencatat surat masuk pada kartu arsip.
12. Menyampaikan surat pada pimpinan.

Surat Keluar :
1. Mengkonsep surat
2. Mengetik surat.
3. Mengecek atau memeriksa kelengkapan surat seperti jumlah pagina (halaman), lampiran, tembusan, dan lain-lain
4. Menyampaikan kepada pimpinan utnuk memintakan tanda tangan
5. Membubuhkan cap dinas.
6. Membubuhkan cap tanggal keluar.
7. Melipat surat.
8. Memasukkan surat kedalam amplop.
9. Mencatat pada kartu antaran surat.
10. Menyerahkan surat beserta kartu antara surat kepada pengantar surat
11. Menulis pokok soal di sudut kanan atas pada arsip
12. Menulis kode golongan surat di sudut kanan atas.
13. Memberi garis merah di bawah pokok soal
14. Mencatat surat keluar pada kartu arsip

  C. Rangkuman
   Ada pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang yang bisa membaca dan menulis pasti dapat membuat surat yang baik dan benar. Pendapat tersebut adalah tidak benar sebab tidak setiap orang yang bisa membaca dan menulis pasti bisa membuat surat dengan baik dan benar. Membuat surat yang baik dan benar ada aturan aturannya yang belum tentu setiap orang tahu. Seperti apa yang telah diuraikan dalam buku ajar ini bahwa surat yang baik itu adalah surat yang dapat menimbulkan kesan yang baik bagi penerimanya, artinya penerima surat mau berbuat sesuai yang dikehendaki sipengirim surat Kita mengenal ada bermacam-macam surat baik surat bisnis maupun surat dinas. Oleh karena pekerjaan kita sehari-hari lebih dekat dengan soal-soal kedinasan maka yang kita bahas dalam buku ini adalah mengenai bagaimana tata cara membuat bermacam-macam surat dinas dengan baik dan benar. Adapun surat dinas yang sering dikerjakan di kantor antara lain : Surat Dinas biasa, Nota Dinas, Memo, Surat Pengantar, Surat Edaran, Surat Undangan, Pengumuman dll. Penulisan masing-masing surat tersebut saling berbeda satu sama yang lainnya, oleh karena itu kita harus memahami betul tata cara/aturan pembuatan surat-surat dinas tersebut. Seperti misalnya bentuk surat dinas yang dipakai jaman dulu dengan jaman sekarang sudah berbeda, dulu bentuk surat dinas yang dipakai adalah Official Style tetapi sekarang surat dinas sudah beralih ke bentuk Block Style karena bentuk ini dirasa lebih efisien membuatnya dan juga bentuknya pun indah. Dalam surat dinas juga terdapat bermacam-macam singkatan yang lazim digunakan seperti misalnya : a.n. ; u.b. ; c.q. dsb. Singkatan-singkatan ini harus kita pahami tentang artinya dan bagaimana penggunaannya di dalam surat, jika kita ingin dapat membuat surat yang baik dan benar. Pemrosesan surat masuk dan surat keluarpun tidak kalah pentingnya dari pada pekerjaan membuat surat. Sebab surat bias dijadikan arsip bagi Instansi/organisasi yang dapat memberikan informasi-informasi penting bagi pelaksanaan pekerjaan kantor. Ada pepatah mengatakan bahwa “orang dapat lupa, tapi arsip tidak akan lupa” Surat juga merupakan wakil dari Instansi/Organisasi dimana kita bekerja sehingga kalau surat yang kita buat itu jelek akan memberikan kesan yang jelek pula terhadap Instansi/organisasi dimana kita bekerja.

oleh: aziadul hamdi

elearning

                               Pengertian E-Learning


      Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah
pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer,
 jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk
 belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik
pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai
suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan
lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara
 on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line
 menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi
 dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui
 media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut
 dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
·         Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara
fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur”
 dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain.
 Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-timeataupun secara off-line atau
 archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan
 koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media
 CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia
 materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu.
Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia
 mengakses pelajaran.
 
·         Pembelajaran dengan perangkat komputer
             E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada
umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi
Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan
 intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah
pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi
 pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan
 kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
·         Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning 
secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata
pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah
disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri).
 Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh
 perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh
 universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang
 memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning
 bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya
 melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan
 perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau
 keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
·         Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer,
 e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para
 ahli di bidang masing-masing, yaitu:
1.     Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
2.     Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain
materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur
metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan
 lebih menarik untuk dipelajari
3.     Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan
 gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik
 untuk dipelajari
4.     Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di
 website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa,
            antarsiswa dengan siswa lainnya.
         Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil
 tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara
 maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini,
 siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai
 (tugas ataupun test) yang diperoleh

                 .E-learning  merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi , misalnya internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Kegiatan e-learning termasuk dalam model pembelajaran individual. Menurut Loftus (2001) dalam Siahaan (2004) kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada pendidikan konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir atau ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat/tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung mengamati dan kemungkinan akan memberikan komentar, meremehkan, atau mencemoohkan pertanyaan maupun pernyataannya.

Profil peserta e-learning adalah seseorang yang : (1) mempunyai motivasi belajar mandiri yang tinggi dan memiliki komitmen untuk belajar secara bersungguh-sungguh karena tanggung jawab belajar sepenuhnya berada pada diri peserta belajar itu sendiri (2) senang belajar dan melakukan kajian-kajian, gemar membaca demi pengembangan diri terus menerus, dan yang menyenangi kebebasan (3)mengalami kegagalan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah konvensional danmembutuhkan penggantinya, atau yang membutuhkan materi pelajaran tertentu yang tidak disajikan oleh sekolah konvensional setempat maupun yang ingin mempercepat kelulusan sehingga mengambil beberapa mata pelajaran lainnya melalui e-learning, serta yang terpaksa tidak dapat meninggalkan rumah karena berbagai pertimbangan FUNGSI DAN PENYELENGGARAAN E-LEARNINGMenurut Siahaan (2004), setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction) :1. Suplemen (tambahan)Dikatakan berfungsi sebagai suplemen apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan2. Komplemen (pelengkap)Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagaikomplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pengayaan atau remedial. Dikatakan sebagai pengayaan (enrichment) apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/ memahami materi pelajaran yang disampaikan pada saat tatap muka diberi kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran yang telah diterima di kelas. Dikatakan sebagaiprogram remedial, apabila peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada saat tatap muka diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin mudah memahami materi pelajaran yang disajikan di kelas.3. Substitusi (pengganti)Dikatakan sebagai substitusi apabila e-learning dilakukan sebagai pengganti kegiatan belajar, misalnya dengan menggunakan model-model kegiatan pembelajaran. Ada 3 (tiga) alternatif model yang dapat dipilih, yakni : (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.Ada beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-learning dewasa ini, antara lain :a. harga perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan sebagai barang mewah).b. Peningkatan kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas penyimpanan data semakin besar c. Memperluas akses atau jaringan komunikasi d. Memperpendek jarah dan mempermudah komunikasi e. Mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.  SYARAT, KEUNGGULAN DAN KENDALA E-LEARNINGSyarat-Syarat E-learningMenurut Newsletter of ODLQC, 2001 (dalam Siahaan) syarat-syarat kegiatan pembelajaran elektronik (e-learning) adalah :       a. kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan dalam hal ini internet.       b. Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM atau bahan cetak       c. tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan       d. adanya lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-learning       e. adanya sikap positif pendidik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet       f. adanya rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar       g. adanya sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar       h. adanya mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara Selain itu dalam Sembel, 2004, hal-hal yang perlu ada untuk “menghidupkan” e-learning adalah :a. Subject Matter Expert (SME), merupakan nara sumber dari pembelajaran yang disampaikan.b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah, dan lebih menarik untuk dipelajari.c. Graphic Designer (GD), bertugas untuk mengubah materi teks menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif, dan menarik untuk dipelajari.d. Learning Management System (LMS), bertugas mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya, serta hal lain yang berhubungan dengan pembelajaran, seperti tugas, nilai, dan peringkat ketercapaian belajar siswa. Keunggulan e-learningE-learning dapat dengan cepat diterima dan kemudian diadopsi adalah karena memiliki kelebihan/keunggulan sebagai berikut (Effendi, 2005) :a. Pengurangan biayab. Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan internet.c. Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.d. Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal dari guru, seperti : cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang berbeda, sehingga memberikan standar kualitas yang lebih konsisten.e. Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25 % dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisionalf. Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena pelajaran tersebut dapat dengan cepat disampaikan melalui internet. Kendala-kendala e-learningKendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :a. Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.b. Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.c. Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat.d. Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.Kekurangan E-LearningSebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) danlearning (belajar), maka system ini juga mempunyai kekurangan, antara lain :  1. Bagi orang yang gagap teknologi, system ini belum bisa diterapkan.2. Keterbatasan jumlah computer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambatpelaksanaan e-learning.3. Kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung denganpara murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.Kelemahan lain dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep.Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk pembelajaran jarak jauh.  DAMPAK DAN PEMBIAYAAN E-LEARNINGPara pelajar merasakan sensasi belajar yang benar-benar berbeda dibandingkan kelas konvensional. Akses mereka terhadap informasi juga meningkat dengan drastis. Selain itu, para pelajar juga dapat memilih sendiri cara belajar yang dirasa paling cocok dengan kepribadian mereka ketika mengikuti kelas e-learning. Para pendidik merasakan dampak dari penggunaan e-learning terhadap metode pengajaran yang digunakan. Mereka perlu melakukan adaptasi dalam cara pengajaran yang disampaikan yang tentunya berbeda dengan metode konvensional. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam menyediakan materi pembelajaran yang menarik untuk digunakan melalui sistem e-learning dan menggunakan fitur-fitur yang disediakan pada sistem e-learning dengan optimal dan efisien. Institusi pendidikan juga merasakan dampak dari penggunaan e-learning, khususnya dalam hal biaya penyelenggaraan pendidikan. Institusi juga bertanggung jawab untuk mengadakan pelatihan kepada para tenaga pengajarnya dan menyediakan teknologi atau media yang menjadi landasan dari sistem e-learning yang digunakan.Segi pembiayaan adalah salah satu perhatian utama bagi pihak yang. Adanya masalah biaya ini menyebabkan beberapa institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan finansial memilih untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan lain atau perusahaan penyedia layanan pengembangan sistem e-learning  TEKNOLOGI PENDUKUNG E-LEARNINGDi antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada limaaplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, MailingList (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”.Sedangkan Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang adadalam e-learning.1.)    e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampumemperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali,mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.2.)    e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standarteknologi internet.3.)    e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan. PERAN INDUSTRI TI DALAM E-LEARNINGE-learning dikembangkan dari perpaduan aspek pembelajaran dan aspek teknologi. Dari sisi teknologi, keberhasilan e-learning mencakup perpaduan aspek teknologi : · Software · Hardware & Networking/communicationSecara garis besar, kontribusi atau peran dari perusahaan-perusahaan atau vendor TI terhadap perkembangan implementasi e-learning dapat dikategorikan menjadi dua , yaitu sebagai :·                     Technology Provider·                     Service ProviderTechnology provider di bidang e-learning pun memiliki specialisasi yang berbeda, antara lain :·                     Pengembang LMS -Learning Management System .Beberapa pengembang LMS di dunia antara lain :·                     Web-CTWeb-CT merupakan salah satu leader di bidang e-learning software di dunia dengan spesialisasi untuk implementasi di institusi pendidikan.·                     BlackBoard
Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi e-learning untuk institusi pendidikan.
Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi e-learning untuk institusi pendidikan.Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi e-learning untuk institusi pendidikan.·                     Plateau·                     Saba·                      SumTotal·                      Docent·                     Click2Learn·                     TEDS·                     RWD, dllE-LEARNING DI ERA GLOBALISASIPembelajaran dengan bantuan komputer (PBK) atau Computer Assisted Instruction (CAI) merupakan awal mula kemunculan dari e-learning. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), terutama teknologi informasi. Sebagai solusi, e-Learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat. * Lebih Murah.metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar mengajar menghadiri suatu ruang tertentu, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan seorang tutor. * Lebih Baik.  metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian dari seluruh peserta lainnya mengikuti cara belajar teman-teman lainnya. Hal ini, jelas sekali membuat mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek masalah yang ingin dipelajari secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapatkan informasi yang menarik. *Lebih Cepat.asalkan peserta tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya komputer),dengan cepat ia akan segera mendapatkan informasi yang dicarinya, bahkan tanpa disadiri ia mungkin akan mendapatkan informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari.  KesimpulanPeningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan memanfaatkan ICT dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dengan memanfaatkan ICT diyakini dapat mempermudah pemahaman materi pelajaran. Yang diperlukan untuk tujuan tersebut adalah bagaimana usaha sekolah agar memiliki infrastruktur dibidang ICT dan bagaimana usaha-usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam memanfaatkan ICT dalam proses pembelajaran.                 

Jumat, 24 April 2015

      Budaya lombok





Sabuk Belo

       Sabuk Belo adalah sabuk yang panjangnya 25 meter dan merupakan warisan turun temurun masyarakat Lombok khususnya yang berada di Lenek Daya. Sabuk Belo biasanya dikeluarkan pada saat peringatan Maulid Bleq bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah. Upacara pengeluaran Sabuk Bleq ini diawali dengan mengusung keliling kampung secara bersama-sama yang diiringi dengan tetabuhan Gendang Beleq yang dilanjutkan dengan praja mulud dan diakhiri dengan memberi makan kepada berbagai jenis makhluk. Menurut kepercayaan masyarakat setempat upacara ini dilakukan sebagai simbol ikatan persaudaraan, persahabatan, persatuan dan gotong royong serta rasa kasih sayang diantara makhluk yang merupakan ciptaan Allah.
     Adapun cara pelaksanaan Mulud Beleq (Maulid Besar) di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur dapat dikatakan berbeda dengan cara pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di daerah lainnya. Upacara Mulud Beleq (Maulid Besar) di laksanakan pada tanggal 10 s/d 15 Rabiulawal dengan maksud memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW  yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal.
Upacara ini diawali dengan pengeluaran Sabuk Belo, kemudian dilanjutkan dengan Pepaosan, Pembuatan Minyak Obat  dimana pembuatan obat tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang yang suci, bagi lelaki dapat dilakukan oleh anak-anak,dewasa dan yang sudah lanjut usia, sedangkan untuk wanita dilakukan oleh wanita yang belum mengalami menstruasi dan wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi seperti manita yang sudah lanjut usia, kemudian acara puncaknya yaitu Praja Mulud.Kemudian pada siang hari dilanjutkan dengan pengajian, penyatuan anak yatim piatu dan pemberian makan kepada semua makhluk hidup baik itu hewan, tumbuhan, manusia. Pada malam hari dilanjutkan dengan seni seperti menampilkan wayang. Upacara Mulud Beleq ( Maulid Besar ) sudah dilaksanakan sejak adanya kerajaan selaparang dan masih bertahan sampai saat ini.
Masyarakat Lenek pun tetap menjalankan budaya ini dengan rasa suka cita, meskipun telah terjadi perkembangan zaman dimana banyak masyarakat-masyarakat lain sudah melupakan budayanya sendiri bahkan anak muda atau remaja masa kini tidak mengenal budayanya sendiri karena tenggelam dalam kemajuan teknologi yang mampu menarik perhatian masyarakat. Kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh dalam perkembangan hidup manusia khususnya pada generasi muda. Generasi Muda pada zaman sekarang ini lebih tertarik pada budaya orang-orang luar karena mereka menganggap budaya luar lebih maju dari pada budaya mereka sendiri.
 

Bau Nyale

     Bau Nyale adalah sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi suku Sasak. Tradisi ini diawali oleh kisah seorang Putri Raja Tonjang Baru yang sangat cantik yang dipanggil dengan Putri Mandalika. Karena kecantikannya itu para Putra Raja, memperebutkan untuk meminangnya. Jika salah satu Putra raja ditolak pinangannya maka akan menimbulkan peperangan. Sang Putri mengambil keputusan pada tanggal 20 bulan kesepuluh untuk menceburkan diri ke laut lepas. Dipercaya oleh masyarakat hingga kini bahwa Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika. Nyale adalah sejenis binatang laut berkembang biak dengan bertelur, perkelaminan antara jantan dan betina. Upacara ini diadakan setahun sekali. Bagi masyarakat Sasak, Nyale dipergunakan untuk bermacam-macam keperluan seperti santapan (Emping Nyale), ditaburkan ke sawah untuk kesuburan padi, lauk pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.
 

Upacara Rebo Bontong

   Upacara Rebo bontong dimaksudkan untuk menolak bala (bencana/penyakit), dilaksanakan setiap tahun sekali tepat pada hari Rabu minggu terakhir bulan Safar. Menurut kepercayaan masyarakat Sasak bahwa pada hari Rebo Bontong adalah merupakan puncak terjadi Bala (bencana/penyakit), sehingga sampai sekarang masih dipercaya untuk memulai suatu pekerjaan tidak diawali pada hari Rebo Bontong. Rebo Bontong ini mengandung arti Rebo dan Bontong yang berarti putus sehingga bila diberi awalan pe menjadi pemutus. Upacara Rebo Bontong ini sampai sekarang masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat di Kecamatan Pringgabaya


oleh: aziadul hamdi


komunikasi daring

Saya akan memposting tentang komunikasi dalam jaringan semoga materi ini bermanfaat untuk anda.



KOMUNIKASI DALAM JARINGAN

1.PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi telah di gunakan sejak manusia pertama di turunkan ke muka bumi,banyak pendapat para ahli mengenai pengertian komunikasi antara lain:
Komunikasi adalah peroses penyampain pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang - lambang yang bermakna bagi kedua belah pihak,dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk mengubah sikap atau tingkah laku seseorang atau sejumlah oarangsehingga ada epek tertentu yang di harapkan(Effendy 2000:13)
Komunikasi adalah peroses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi,dari seseorang ke orang lain (Handoko 2002:30)
Komunikasi adalah pentransferanm makna di antara anggota kelompok. Lewat pentarnseferan makana, ide dan gagasan dapat di hantarkan. Tetapi komunikasi bukan hanya sekedar menanamkan makna tetapi harus juga dapat di pahami (Robbins 2002:30)
2. JENIS-JENIS KOMUNIKASI
  Ada dua jeniskomunikasi yaitu:
a.komunikasi lisan atau verbal, yaitukomunikasi menggunakan kata-katabaik hal itu di ucapkan maupun di tulis.
    b.komunikasi nirkata atau non verbal, yaitu komunikasi menggunakan bahasa tubuh atu gerak isyarat (gesture).
Beberapa fungsi komunikasi antara lain:
§  Sebagai informasi
§  Sebagai kendali
§  Sebagai motipasi
§  Sebagai pengungkapan emosional
3.PENGERTIAN KOMUNIKASI DALAM JARINNGAN (DARING)
Istilah komunikasi daring mengacu pada membaca, menulis, dan berkomunikasi melalaui jaringan komputer. Dengan kata lain komunikasi daring adalah cara berkomunikasi d mana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan melalui jarinngan internet. Komunikasi yang terjadi di dunia semu tersebut di sebut komunikasi di dunia maya atau cyberspace.
Komunikasi daring pertamakali di kembangkan pada tahun 1960-an, ketika peneliti amerika mengembangkan perotokol yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi melalui komputer. Perotokol tersebut dinamakan ARPANET, yang diluncurkan pada tahun 1969 dan ahirnya berkembang menjadi internet.
4.KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN KOMUNIKASI DARING
     a.keunggulan
§  Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan sarat terkoneksi dengan jaringan internet.
§  Efisiensi biaya.
§  Efisiensi waktu
§  Terintgrasi dengan layanan TIK lainnya.
§  Meningkatkan intensitas berkomunikasi.
§  Meningkatkan partisipasi.
b.kelemahan
§  Tidak mewakili emosi pengguna .
§  Memerlukan perangkat khusus.
§  Terlalu banyak infofmasi yang tidak penting.
§  Menyita konsentrasi.
5. JENIS KOMUNIKASI DARING
  a. Komunikasi daring sinkron (serempak)
komunikasi daring sinkron adalah komunikasi menggunakan komputer sebagai media, yang terjadi secara serempak waktunya. Contohnya antaralain:
Ø Text chat
Adalah sebuah fitur, aplikas, atau perogram dalam jaringan internet untuk berkomunikasi dan bersosialisasi langsung sesama pemakai internet yang sedanng daring.
Ø Video chat
Merupakan teknologi untuk melakukan intraksi audio dan video secara bersamaan antar pengguna di lokasi yang berbeda.
  b.komunikasi daring asinkron (tak serempak)
komunikasi asinkron adalah komunikasi menggunakan oerangkat komputer dan dilakukan secara tunda.contoh komunikasi daring asinkrondan antara lain: e-mail,forum,rekaman simulasi visual, serta membaca dan menulis dokumen daring melalui World Wide Web.
6.KOMPONEN PENDUKUNG KOMUNIKASI DARING
v Komponen perangkat keras (hardware)
Perangkat yang bentuknya dapat di dilihat dan di raba oleh manusia secara langsung atau berbentuk nyata.
v Komponen perangkat lunak (software)
Perogram komputer untuk menjalankan suatu pekerjaan yang di kehendaki.
v Komponen perangkat nalar atau akal (brainware)
Tyermasuk dalam komponen ini adalah mereka manusia yang terlibat dalam penggunaan pengaturan perangkat lunak dan perangkat keras  untuk melaksanakan komunikasi daring.

RANGKUMAN

Komunikasi daring adalah peroses penyampaian ide dan gagasan dari seseorang ke orang lain yang di lakukan melalui dunia maya dan berdasarkan metode penyampainnya dibagi menjadi dua yaitu komunikasi sinkron dan komunikasi asinkron.


oleh: aziadul hamdi